BEKAM

posted in: BEKAM | 0

???????????????????????????????

 

 

Bekam
“Al-Hijamah” berasal dari kata “Al-Hajmu” yang berarti menghisap/menyedot, dalam bahasa inggris disebut “cupping”, di Indonesia dikenal dengan istilah kop, cantuk atau bekam, jadi bekam maksudnya mengeluarkan toksid dalam darah melalui permukaan kulit.

 
Teknik pengobatan bekam adalah suatu proses membuang darah kotor (toksid-racun) yang berbahaya dari dalam tubuh, melalui permukaan kulit. Toksid adalah endapan racun/zat kimia yang tidak dapat diuraikan oleh tubuh kita. Toksid ini berada pada hampir setiap orang. Toksid-toksid ini berasal dari pencernaan udara maupun dari makanan yang banyak mengandung zat pewarna, zat pengembang, penyedap rasa, pemanis, pestisida sayuran, dll.

 
Kulit adalah organ yang terbesar dalam tubuh manusia, karena itu banyak toksid/racun berkumpul di sana. Dengan bekam dapat membersihkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Inilah salah satu detoksifiakasi (proses pengeluaran toksid/racun) yang sangat berkesan/mujarab serta tanpa efek samping. Berbekam sangat bermanfaat untuk menghilangkan rasa sakit, memulihkan fungsi tubuh/badan serta memberi seribu harapan pada penderita untuk terus berikhtiar mendapat kesembuhan.

 

 
A. Dalil-dalil

 
Dari Jabir RA, bahwa ada seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar memasukkan racun ke dalam daging domba yang dipanggang, lalu menghadiahkannya kepada Rasulullah SAW. Beliau mengambil bagian kaki dan memakan sebagian darinya. Beberapa orang shahabat yang bersamanya juga ikut memakannya. Tiba-tiba beliau bersabda, “Lepaskan tangan kalian!”. Beliau mengirim utusan untuk memanggil wanita Yahudi itu, lalu beliau bersabda, “Rupanya engkau telah meracuni domba ini”. “Siapa yang memberitahumu? tanya wanita Yahudi. Beliau menjawab, “Bagian kaki domba inilah yang memberitahukannya kepadaku”. “Memang aku telah meracunnya. Dalam hati aku berkata, “Kalau memang dia benar-benar seorang nabi, maka racun itu tidak akan membahayakannya dirinya. Tapi kalau memang dia bukan seorang Nabi, maka kami dapat merasa tenang,” jawab wanita Yahudi. Rasulullah SAW memaafkan wanita Yahudi itu dan tidak menjatuhkan hukuman kepadanya. Sebagian shahabat yang terlanjur memakannya ada yang meninggal. Lalu Rasulullah SAW melakukan pengobatan dengan hijamah (bekam) di bagian pundaknya karena daging yang terlanjur beliau makan. Yang mengobatinya adalah Abu Hindun, dengan menggunakan tulang tanduk dan mata pisau. Orang itu budak milik bani Bayadhah dari kalangan Anshar.

 
Dalam Shahih Bukhari dari Said Ibnu Jabir RA dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW, bahwa Rasululllah SAW bersabda:
“Kesembuhan itu ada dalam tiga hal, yaitu dalam minum madu, sayatan alat hijamah atau sundutan api. Namun aku melarang umatku melakukan sundutan.” (HR. Al-Bukhari no. 5680).

 
Dari Uqbah bin Amir RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Ada 3 hal yang jika pada sesuatu ada kesembuhan, maka kesembuhan itu ada pada sayatan alat bekam atau minum madu atau membakar bagian yang sakit. Dan aku membenci pembakaran (sundutan api) dan tidak juga menyukainya.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya)

 
“Jibril memberitahu padaku bahwa hijamah merupakan pengobatan paling bermanfaat bagi manusia”. (Al Hadits).

 
Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik pengobatan bagi kalian adalah berbekam”. (Muttafaq ‘alaihi, Shahih Bukhari no. 2280 dan Shahih Muslim no. 2214)

 
“Hendaklah kalian semua melakukan pengobatan dengan bekam di tengah tengkuk, karena sesungguhnya hal itu merupakan obat dari 72 penyakit dan 5 penyakit gila, kusta, belang, dan sakit gigi”. (HR Thabrani).

 
Dari Abu Kabsyah al-‘Anmari RA: “Rasulullah SAW pernah dibekam bagian tengah kepalanya dan diantara kedua pundaknya. Dan beliau bersabda:
‘Barangsiapa mengalirkan darah ini, maka tidak akan mudharat baginya untuk mengobati sesuatu dengan sesuatu’.” (Shahih Sunan Abu Dawud (no. 3268), lihat juga kitab Jaami’ul Ushuul (VII/541))

 
Abu Ubaid menyebutkan dalam kitabnya Gharibul Hadits melalui sanad Abdurrahman bin Abi Laila: “Rasulullah SAW melakukan bekam pada kepalanya dengan tanduk ketika disihir orang”.

 
Dari Salma, seorang pelayan Rasulullah SAW bercerita,
“Tidak seorang pun mengadukan rasa sakit di kepalanya kepada Rasulullah SAW melainkan beliau mengatakan: ‘berbekamlah’”.

 
Dari Ibnu Umar RA, dia bercerita:
“Nabi SAW pernah berbekam di kepalanya dan menyebutnya dengan Ummu Mughits.” (Kitab al-Fawaaid, dinilai hasan oleh al-Albani)
Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita:
“Rasulullah SAW biasa berbekam di bagian urat merih (jugular vein) dan punggung.” (HR, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, sanad dishahihkan oleh al-Albani)

 
Dari Ibnu Abbas RA:
“Bahwa Nabi SAW pernah berbekam di kedua urat merih dan di bagian antara kedua pundak yang merupakan pangkal punggung.” (Kitab Mukhtashar asy Syamaa-ilil Muhammadiyah, tahqiq dan ikhtishar oleh Imam al-Albani)

 
Dari Abdullah Ibnu Abbas RA, berkata:
“Rasulullah SAW berobat dengan hijamah ketika beliau sedang puasa.” (HR. Bukhari)

 
Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Berbekam dilakukan dalam keadaan perut kosong adalah yang paling ideal, dimana ia akan menambah kecerdasan otak dan menambah ketajaman menghafal. Ia akan menambah seorang penghafal lebih mudah menghafal”. (Shahih Sunan Ibnu Majah, II/261, karya Imam al-Albani)

 
Rasulullah SAW bersabda: “Tidak batal puasa orang yang muntah atau orang yang bermimpi (basah) dan tidak juga orang yang berbekam’.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, sanad hasan oleh al-Albani)

 
Ibnu ‘Abbas RA mengabarkan:
“Sesungguhnya Rasulullah SAW berbekam pada bagian kepalanya dalam keadaan beliau sebagai muhrim (orang yang berihram) karena sakit pada sebagian kepalanya.” (HR. Al-Bukhari no. 5701).

 
Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita:
“Nabi SAW pernah berbekam ketika beliau tengah berihram karena rasa sakit yang beliau rasakan di kepalanya.” (Shahih Ibnu Khuzaimah, karya al-A’zhami (IV/187)).

 
Dari Anas RA, berkata:
“Bahwa Nabi SAW pernah berbekam ketika beliau tengah berihram di bagian punggung kaki beliau karena rasa sakit yang ada padanya.” (Shahih Ibnu Khuzaimah, karya al-A’zhami (IV/187)).

 

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan.” (Kitab Mukhtashar Muslim (no. 1480), Shahihul Jaami’ (no. 2128) dan Silsilah al-Hadiits ash-Shahiihah (no. 864), karya Imam al-Albani).

 

Dari Ashim bin Umar bin Qatadah RA, dia memberitahukan bahwa Jabir bin Abdullah RA pernah menjenguk al-Muqni’ RA, dia bercerita: “Aku tidak akan merasa sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
‘Sesungguhnya didalamnya (bekam) terkandung kesembuhan’.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, al-Hakim, al-Baihaqi).

 
Dari Jabir al-Muqni RA, dia bercerita: “Aku tidak akan merasa sehat sehingga berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
‘Sesungguhnya pada bekam itu terdapat kesembuhan’.” (Shahih Ibnu Hibban (III/440)).

 
Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Jika ada suatu kesembuhan pada obat-obat kalian maka hal itu ada pada sayatan alat bekam.” Beliau bersabda: “Atau tegukkan madu.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar,karya al-Haitsami, III/388).

 
“Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah berbekam” (Shahih Sunan Ibnu Majah, karya Syaikh Al-Albani (II/259), Shahih Sunan Abu Dawud, karya Syaikh Al-Albani (II/731)).

 
Dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda:
“Orang yang paling baik adalah seorang tukang bekam (Al Hajjam) karena ia mengeluarkan darah kotor, meringankan otot kaku dan mempertajam pandangan mata orang yang dibekamnya.” (HR. Tirmidzi, hasan gharib).

 
Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata:
“Rasulullah SAW pernah menyampaikan sebuah hadits tentang malam dimana beliau diperjalankan bahwa beliau tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh beliau SAW dengan mengatakan: ‘Perintahkanlah umatmu untuk berbekam’.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/20), hasan gharib).

 
Pada malam aku di-isra’kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata: “Wahai Muhammad suruhlah umatmu melakukan bekam.” (HR Sunan Abu Daud, Ibnu Majah, Shahih Jami’us Shaghir 2/731)

 
Dari Ibnu ‘Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah aku berjalan melewati segolongan malaikat pada malam aku diisra’kan, melainkan mereka semua mengatakan kepadaku: ‘Wahai Muhammad, engkau harus berbekam’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, Syaikh al-Albani (II/259)).

 
Dari Anas RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW bersabda:
‘Jika terjadi panas memuncak, maka netralkanlah dengan bekam sehingga tidak terjadi hipertensi pada salah seorang diantara kalian yang akan membunuhnya’.” (diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak, dari Anas RA secara marfu’, beliau mensyahihkannya yang diakui pula oleh adz-Dzahabi (IV/212)).

 
Dari Jabir RA, dia bercerita:
“Sesungguhnya Nabi SAW jatuh dari kuda beliau dan menimpa batang pohon, sehingga kaki beliau patah. Waki’ RA berkata: ’Sesungguhnya Nabi SAW berbekam di bagian kaki yang terkilir’” (Shahih Sunan Ibnu Majah, karya al-Albani).

 
Dari Jabir RA:
“Nabi SAW pernah berbekam karena kakinya tersandung/terkilir.” (Shahih Ibnu Khuzaimah).

 
Disebutkan oleh Abu Nu’aim di dalam kitab ath-Thibbun Nabawi, sebuah hadits marfu’:
“Kalian harus berbekam di jauzatil qamahduwah (rongga tengkuk), karena sesungguhnya ia dapat menyembuhkan dari 5 penyakit.” Beliau menyebutkan diantaranya adalah kusta.

 
Dari Jabir RA:
“Bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan bekam pada pinggulnya karena penyakit pegal-pegal/capek yang dideritanya”. (HR. An-Nasai, Ibnu Majah).

 
Dari Ibnu Abbas berkata:
“Rasulullah SAW pernah melakukan bekam sebanyak 3 kali pada kedua pelipisnya”.

 
Rasulullah saw bersabda:
“Barang siapa berbekam di puncak kepala, maka akan menghilangkan 100 penyakit”.

 
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa berbekam … maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani).

 
Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda:
‘Berbekamlah… sehingga darah tidak akan mengalami hipertensi yang dapat membunuh kalian’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388)).

 
Dari Ibnu Umar RA:
“Bahwa Nabi SAW pernah mengundang seorang tukang bekam lalu dia membekam beliau SAW.” (Kitab Mukhtashar asy Syamaa-ilil Muhammadiyah, tahqiq dan ikhtishar oleh Imam al-Albani).

 
Dari Ali RA:
“Bahwa Nabi SAW pernah berbekam.” (Kitab Mukhtashar asy Syamaa-ilil Muhammadiyah, tahqiq dan ikhtishar oleh Imam al-Albani).

 
Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita:
“Rasulullah SAW pernah berbekam, beliau dibekam oleh Abu Thayyibah RA.” (Kitab Mukhtashar asy Syamaa-ilil Muhammadiyah, tahqiq dan ikhtisar oleh Imam al-Albani)
.

 
B. Manfaat Bekam

 
Berikut ini adalah beberapa manfaat yang diperoleh dari bekam:
1. Mengeluarkan racun.
2. Untuk mengobati penyakit gila. (HR Thabrani).
3. Untuk mengobati sakit gigi. (HR Thabrani).
4. Untuk gangguan sihir. (Abu Ubaid. Gharibul Hadits).
5. Untuk sakit kepala. (HR. Al-Bukhari).
6. Menambah kecerdasan otak. (Imam al-Albani. Shahih Sunan Ibnu Majah).
7. Menambah ketajaman menghafal. (Imam al-Albani. Shahih Sunan Ibnu Majah).
8. Untuk sakit punggung kaki. (Al-A’zhami. Shahih Ibnu Khuzaimah).
9. Mengeluarkan darah kotor. (HR. Tirmidzi. Hasan Gharib).
10. Meringankan otot kaku. (HR. Tirmidzi. Hasan Gharib).
11. Mempertajam pandangan mata. (HR. Tirmidzi. Hasan Gharib).
12. Untuk menetralkan panas badan. (Al-Hakim. al-Mustadrak).
13. Untuk kaki yang terkilir. (Al-Albani. Shahih Sunan Ibnu Majah).
14. Untuk mencegah hipertensi (darah tinggi). (Al-Haitsami. Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar).
15. Untuk penyakit kusta. (Abu Nu’aim. Ath-Thibbun Nabawi).
16. Untuk pegal-pegal pinggul. (HR. An-Nasai, Ibnu Majah).
17. Dan Insya Allah untuk segala macam penyakit lainnya. (al-Albani. Shahih Sunan Abu Dawud).

 

 

 

C. Penelitian Bekam

 
Berbagai penelitian ilmiah terkait bekam telah dilakukan oleh para ilmuan, diantaranya:

Berdasarkan laporan umum penelitian tentang pengobatan dengan metode bekam tahun 2001 M (300 kasus) dalam buku Ad-Dawa’ul Ajib yang ditulis oleh ilmuwan Damaskus Muhammad Amin Syaikhu didapat data sebagai berikut:
1) Dalam kasus tekanan darah tinggi, tekanan darah turun hingga mencapai batas normal,
2) Dalam kasus tekanan darah rendah, tekanan darah naik hingga batas normal,
3) Kadar gula darah turun pada pengidap kencing manis dalam 92,5 % kasus,
4) Jumlah asam urat di darah turun pada 83,68% kasus,
5) Pada darah bekam yang keluar, didapati bahwa eritrosit yang di dalamnya berbentuk aneh, tidak berfungsi normal, menganggu kinerja sel lain.

 

 

Sekelompok pakar laboratorium melakukan penelitian terhadap darah yang keluar karena hijamah. Dari pengujian dan tes ini dapat disimpulkan hasilnya sebagai berikut:
1) Darah hijamah menghimpun sepersepuluh kadar sel darah putih yang ada dalam darah alami, itu terjadi dalam setiap kondisi tes tanpa ada pengecualian. Hal ini menunjukan bahwa hijamah dapat menjaga unsur organ imunity dan bekerja untuk menguatkannya.
2) Pada puncak sel darah merah maka semua sel darah putih memiliki bentuk yang ganjil. Artinya ia tidak mampu melaksanakan tugasnya. Dari sini tampak jelas bahwa hijamah dapat menghilangkan sel-sel darah merah yang kotor dan darah yang tidak diinginkan keberadaannya. Sehingga yang tersisa di tubuh adalah sel-sel darah putih. Di satu sisi pengambilan darah secara langsung dari pembuluh darah dapat menghilangkan pembentukan darah yang bermanfaat sementara sel darah merah yang mestinya dibuang masih ada.
3) Volume pengikat zat besi yang ada dalam darah hijamah sangat tinggi. Ini menunjukan bahwa hijamah mampu menyisakan zat besi di dalam tubuh tanpa keluar bersama darah yang dikeluarkan karena pengobatan dengan hijamah.
4) Dua macam sel darah di dalam darah hijamah masih tinggi, ini menunjukan bahwa proses hijamah dapat menyedot seluruh sel darah dan darah kotor yang membuat setiap organ semakin baik dalam memerankan tugasnya.

 

 

Dalam buku “Keajaiban Thibun Nabawi: Bukti Ilmiah dan Rahasia Kesembuhan dalam “Metode Pengobatan Nabawi” yang ditulis oleh Aiman bin ‘Abdul Fattah (2005:230) menjelaskan tentang darah bekam yang dikeluarkan oleh juru bekam dari tubuh yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1) Teroksidasi darah tanpa udara (anaerob).
2) Terpisahnya plasma (cairan darah) dari darah.
3) Keluarnya plasma saja dari tempat yang dibekam.
4) Jika kita memasang dua gelas (alat bekam) untuk menghisap darah, maka bisa saja darah keluar pada gelas yang satu, tetapi tidak bisa keluar sama sekali pada gelas yang satu lagi padahal keduanya berdampingan.
5) Bisa saja kesembuhan datang meskipun darah tidak ada yang keluar ke gelas.

 

Aiman bin ‘Abdul Fattah menambahkan informasi berdasarkan hasil tim laboratorium yang mengadakan penelitian darah yang keluar dari titik-titik bekam yang hasilnya sebagai berikut:
1) Bahwa terapi bekam tetap melindungi dan sekaligus menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan.
2) Proses bekam membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak dibutuhkan lagi.
3) Kapasitas ikatan zat besi dalam darah bekam tinggi sekali (550-1.100), satu hal yang menunjukkan bahwa bekam mempertahankan zat besi yang ada di dalam tubuh tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan dengan bekam sebagai awal penggunaan zat besi tersebut dalam pembentukan sel-sel muda yang baru.
4) Kandungan sel darah merah maupun sel darah sel darah putih dalam darah bekam tinggi sekali. Ini menunjukkan bahwa proses bekam berhasil mengeluarkan semua kotoran, sisa, dan endapan darah sehingga mendorong kembali aktifnya selurih system dan organ tubuh.

 

 

Ternyata pengobatan bekam juga dapat dibuktikan secara ilmiah. Hal ini menunjukkan bahwa bekam tidak bertentangan dengan pengobatan modern. Justru bekam dapat dijadikan solusi praktis bagi kesehatan tubuh.

 

 

D. Peralatan Bekam
Terkait peralatan dan perlengkapan untuk melaksanakan bekam, perlu disiapkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Mangkuk bekam, bermacam-macam ukuran.

2. Baskom ceper untuk menyimpan mangkuk bekam.

3. Pompa.

4. Pulpen Bekam.

5. Jarum Bekam (lancet)
6. Sarung Tangan.

7. Masker Pelindung mulut dan hidung.

8. Tisue.

9. Minyak Zaitun.

10. Botol semprot untuk minyak zaitun.

11. Alkohol.

12. Botol semprot untuk alkohol.

13. Plastik sampah.

14. Gunting.

15. Pisau cukur.

16. Wadah untuk sterilisasi alat 2 buah.

17. Jepitan mangkuk bekam.

 
E. Jenis-Jenis Bekam

Ada 4 jenis Bekam yang digunakan:
1. Bekam Kering. Efeknya untuk melegakan kesakitan secara emergensi tanpa melukai kulit. Ia sangat baik bagi penderita yang tidak tahan sakit (terkena tusukan) dan tidak dapat melihat darah. Bekam jenis ini akan kelihatan memar selama 1 atau 2 minggu.
2. Bekam Luncur. Bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, melemaskan otot-otot, dan tidak merusak pori-pori kulit.
3. Bekam Tarik. Biasanya digunakan untuk menghilangkan rasa penat di dahi atau rasa pegal di beberapa bagian tubuh.
4. Bekam Basah. Bekam jenis inilah terjadinya proses detoksifikasi/keluarnya racun-racun dalam tubuh dengan cara melukai permukaan kulit.

 

 

F. Orang Yang Tidak Boleh Dibekam/Perlu Penanganan Khusus
Agar proses pembekaman berlangsung dengan aman, maka sebaiknya memperhatikan rambu-rambu savety (keselamatan) berikut :
1. Bekam tidak dianjurkan terhadap:
a) Penderita diabetes atau pendarahan, kecuali juru bekam yang benar-benar ahli.
b) Pasien yang fisiknya sangat lemah.
c) Penderita infeksi kulit yang merata.
d) Orang tua, jika mereka tidak sangat membutuhkannya, karena lemahnya fisik mereka.
e) Anak-anak penderita dehidrasi (kekurangan cairan).
f) Penderita penyakit kanker darah.
g) Penderita yang sering mengalami keguguran kandungan.
h) Penderita ketidakstabilan emosi.
i) Penderita Hepatitis A dan B apabila sedang dalam kondisi parah. Adapun bila kondisi sudah tidak parah atau penyakit tersebut merupakan penyakit menahun, maka tidak mengapa untuk diobati dengan bekam.
j) Pengidap penyakit kuning karena hepatitis.
k) Pasien yang melakukan cuci darah.
l) Pasien yang mengalami kelainan klep jantung, kecuali di bawah pengawasan dokter dan orang yang benar-benar ahli bekam.
m) Penderita kedinginan, sementara suhu badannya sangat tinggi atau penderta flu dan semisalnya, kecuali setelah ia tidak lagi merasa kedinginan.
n) Wanita hamil pada 3 bulan pertama.
o) Terhadap orang yang kesurupan, terkena sihir, guna-guna, dan sebagainya, kecuali juru bekam yang telah mampu menghadapi kasus-kasus semacam ini.
p) Pada orang yang baru pertama kali melakukannya, kecuali setelah dilakukan persiapan mental baginya. Yang paling baik adalah hendaknya ia melihat orang lain yang berbekam di hadapannya. Selain itu, ia perlu mendengar tentang keutamaan-keutamaan dan manfaat bekam.
q) Pasien yang masih mengkonsumsi obat pelancar darah, kecuali dengan sangat hati-hati. Demikian pula terhadap orang yang kelelahan, sehingga ia beristirahat.
r) Pasien penyakit jantung, tidak boleh dilakukan terhadap pasien yang menggunakan peralatan bantu untuk mengatur detak jantung.
s) Terhadap orang yang baru memberikan donor darah kecuali setelah berlalu beberapa hari, tergantung kondisi kesehatannya. Demikian pula terhadap penderita vertigo, sampai keadaan dirinya rileks.
t) Pengguna obat-obat perangsang tidak dianjurkan untuk dibekam, kecuali setelah meninggalkannya. Penderita ketakutan juga sebaiknya menunggu sampai kondisi kejiwaannya tenang.
2. Seyogyanya dihindari pembekaman langsung sesudah mandi.
3. Seyogyanya dihindari pembekaman setelah pasien mengalami muntah.
4. Dianjurkan tidak langsung makan sesudah berbekam, tetapi boleh minum madu atau minuman yang memulihkan kebugaran.
5. Pada penderita dengan kelainan cairan lutut, dalam pembekaman jangan sampai gelas bekam dipasang pada daerah yang sakit, melainkan di sekitarnya.
6. Varises yang terjadi di betis, maka pembekaman dilakukan di kanan kiri varises secara hati-hati.
7. Pembekaman terhadap pasien yang mengidap penyakit liver (hati) harus dilakukan secara sangat hati-hati.
8. Penderita penyakit perdarahan atau diabetes jika dilakukan pembekaman, maka tidak dengan sayatan, melainkan dengan tusukan ringan.
9. Untuk penderita tekanan darah rendah hendaklah daerah punggung bagian bawah tidak dibekam. Pembekaman hendaknya juga dilakukan satu demi satu, jangan dilakukan pembekaman sekaligus di dua tempat atau lebih secara bersamaan.
10. Untuk penderita anemia, pembekaman dilakukan satu demi satu, sesuai dengan kesiapan kondisi tubuhnya. Jika pasien mengalami pingsan, maka gelas bekam harus segera dicabut dan pasien diberi minuman yang mengandung gula.
11. Jangan melakukan bekam kecuali setelah bertanya kepada pasien, apakah aliran darahnya deras, apakah ia mengidap diabetes, penyakit-penyakit hati (hepatitis), kanker, urat yang robek, dan ada cairan di lututnya.
12. Bekam terhadap wanita harus dilakukan oleh sesama wanita atau laki-laki yang menjadi mahramnya
13. Tidak boleh dilakukan bekam di atas simpul otot, tapi bisa dilakukan penyedotan dengan gelas, tanpa penyayatan (bekam kering).
14. Bagi orang tua dan anak-anak, hanya dilakukan penyedotan ringan.
15. Tidak dianjurkan melakukan bekam dalam keadaan sangat kenyang atau sangat lapar.
16. Dianjurkan mandi air hangat setelah berbekam.
17. Ditegaskan pada pasien agar sehari sebelum dan sesudah bekam tidak berhubungan suami istri untuk menghindari lemah badan.
18. Jika pasien pingsan lantaran bekam, hendaknya dibaringkan dan diolesi minyak habbatussauda pada bagian tengkuknya dan dipijati perlahan hingga sadar. Juru bekam tidak perlu khawatir, sebab hal itu sudah biasa terjadi karena kondisi fisik pasien yang kurang fit. Juru bekam hendaknya menenangkan pasien ketika telah sadar dan bekam bisa dilanjutkan lain waktu ketika keadaan pasien sudah normal.
19. Dapat juga untuk pasien yang pingsan hendaknya dibaringkan di atas lantai yang tidak dingin dengan posisi terlentang, kemudian angkat kaki setinggi mungkin atau telungkup dan angkat kaki dan tekuk berulang kali.

 
G. Titik-Titik Terlarang Untuk Dibekam
Sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Sina (Aveccina) seorang ilmuan muslim yang terkenal sebagai Bapak Kedokteran dengan Kitabnya Qanun Fi Ath-Thib mengatakan bahwa seluruh saraf manusia dari ujung rambut sampai ujung kaki senantiasa ada kaitannya.
Dalam hal bekam, ada beberapa titik terlarang yang jika dilanggar justru bisa merusak sebagian organ tubuh. Titik-titik tersebut adalah :
1. Area tubuh yang berdekatan dengan pembuluh besar.
2. Bagian tubuh yang ada retak tulang, jaringan luka, dan sebagainya.
3. Area Sistem limpa yaitu daerah dimana terdapat pembuluh darah limpa yang memproduksi cairan lympatic untuk mengontrol sistem kekebalan tubuh, antara lain dada, leher bagian depan, ketiak, lengan depan bagian atas, pangkal paha, bagian persendiaan, tonsil, tenggorokan, dan ulu hati.
4. Inveksi baru. Karena darah akan mengucur deras dan keluar terlalu banyak. Karena dengan torehan yang tipis pada epidermis saja, darah bisa keluar banyak yang dapat mengakibatkan anemia.
5. Tempurung lutut.
6. Tepat di sendi-sendi tulang.
7. Varises. Benar-benar merupakan tindakan yang amat bodoh jika gelas bekam mengenai varises. Jika pembuluh darah vena yang mengalami varises itu pecah, maka dapat mengancam nyawa pasien.
8. Tumor dan kanker. Prinsipnya sama dengan varises.
9. Lubang-lubang alami, seperti telinga, pusar, puting payudara, mata, dan telinga.
10. Bagian yang terkena cacar air. Prinsipnya sama dengan luka baru.
11. Di bagian tubuh yang sangat sakit karena asam urat stadium tinggi.
12. Bagian perut wanita hamil. Kalaulah harus dihijamah, maka dapat dihijamah dari arah belakang atau punggung.
13. Bagian tubuh yang sensitive dan banyak syaraf yang lembut, seperti pergelangan lengan tangan dalam. Hal ini hanya sebatas untuk kehati-hatian, karena toh sayatan dilakukan amat tipis di epidermis.
14. Tepat di lipatan tubuh seperti siku dalam.

 

 

H. Titik-titik Bekam
Berikut adalah titik-titik bekam berdasarkan Sunnah Rasul :
1. Pundak: untuk Mengeluarkan racun.

2. Di tengah tengkuk/punduk: Obat dari 72 penyakit dan 5 penyakit gila, belang, dan sakit gigi. (HR Thabrani).

3. Bagian tengah kepala: Untuk gangguan sihir. (Abu Ubaid. Garibul Hadits). Dan untuk sakit kepala. (HR. Al-Bukhari).

4. Dua urat leher belakang. (HR, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad). Untuk sakit kedua telinga, mata, polip (hidung), tenggorokan, lidah, kanker darah, melancarkan peredaran darah, pengobatan gondok, kaku kuduk/leher, flu, dan pipi bengkak.
5. Punggung. (HR, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad). Untuk penyakit pegal/nyeri di punggung.

6. Di bagian punggung kaki: Untuk sakit punggung kaki. (Al-A’zhami. Shahih Ibnu Khuzaimah).

7. Di bagian kaki yang terkilir. (Al-Albani. Shahih Sunan Ibnu Majah).

8. Di rongga tengkuk: Untuk penyakit kusta. (Abu Nu’aim. Ath-Thibbun Nabawi).

9. Di pinggul: Untuk pegal-pegal pinggul. (HR. An-Nasai, Ibnu Majah).

10. Di kedua pelipis. (Ibnu Abbas). Berguna untuk mengobati pusing, sakit pada bagian wajah, dan batuk.

11. Dan titik-titik lainnya berdasarkan jenis penyakit.
a) Diabetes (Dr. Ahmad Razak. Penyakit dan terapi bekamnya).

b) Demam Berdarah

c) Penyakit jantung: 2 titik di dada dan 2 titik di belikat. (Dr. Ahmad Razak. Penyakit dan terapi bekamnya).

d) Paru-paru: 4 titik di dada.

e) Darah Tinggi

f) Masalah kecantikan: Di kanan dan kiri dagu.

g) Asam Urat
h) Ginjal: Di kanan dan kiri pinggang.

i) Lemah Syahwat / impoten

j) Asma, di dada 3 jari dari puting.

k) Vertigo, Migren
l) Stroke

m) Wasir

n) Dan lain-lain.

 
I. Standard Operasional Bekam

1. Bekam Kering

Sedotannya hanya sekali dan dibiarkan selama 15-20 menit.

2. Bekam Luncur

Caranya dengan mengoleskan minyak but-but atau minyak zaitun pada permukaan kulit kemudian letakkan cupping set, lalu hisap dan gerakan perlahan-lahan.

3. Bekam Tarik

Caranya dengan melakukan penghisapan beberapa detik, lalu tarik dan ulangi lagi sampai kulit terlihat kemerahan

4. Bekam Basah

Bekam jenis inilah terjadinya proses detoksifikasi/keluarnya racun-racun dalam tubuh dengan cara melukai permukaan kulit.

 

 

a). Sebelum Pembekaman
A. MENYIAPKAN ALAT, SARANA DAN RUANGAN
1. Alat yang dipersiapkan: mangkuk bekam, pompa bekam, jarum/lancet, pulpen bekam, sarung tangan, masker, plastik sampah, meja dan kursi.
2. Bahan yang disiapkan: tissue, alkohol, dan minyak zaitun.
3. Ruangan harus bersih, terang dan cukup aliran udara dan tidak pengap.
B. MENYIAPKAN PASIEN
1. Pasien dijelaskan tentang bekam, proses kesembuhan, dll.
2. Pasien usahakan dalam kondisi berwudlu.
3. Pasien usahakan makan berat sekitar 2 jam sebelum bekam.
4. Pasien usahakan perbanyak minum air putih
5. Untuk pasien laki-laki usahakan memakai celana pendek dan pasien perempuan memakai sarung.
C. MENYIAPKAN DIRI SENDIRI (JURU BEKAM)
1. Juru bekam dalam keadaan sehat, tidak sakit, sudah berwudlu dan berdoa.
2. Juru bekam menguasai ilmu bekam.
D. IDENTIFIKASI PASIEN
1. Mencatat Identitas Umum: Nama, alamat, usia, jenis kelamin, status.
2. Mencatat Identitas Keluarga: Kedudukan dan status dalam keluarga.
E. MEWAWANCARAI PASIEN
Rumus Pertanyaan K O M P A K
K = Kondisi yang dirasakan?
O = Obat yang sedang dikonsumsi?
M = Makanan dan minuman yang sedang banyak dikonsumsi?
P = Penyakit berat yang pernah diderita?
A = Alergi?
K = Kondisi yang ada sudah berapa lama?
F. MEMERIKSA FISIK PASIEN
1. Pemeriksaan Umum: tekanan darah, dll.
2. Pengamatan dari daerah keluhan.
3. Perabaan sekitar keluhan.
4. Pengetukan daerah sekitar keluhan.
G. PEMERIKSAAN PENUNJANG LAIN
1. Pemeriksaan khusus: iris mata (iridologi), lidah, telinga, telapak tangan, dan lain-lain.
2. Pemeriksaan penunjang: laboratorium, radiologi, CT-Scan, MRI, dan lain-lain.
H. PENYIMPULAN DAN PENENTUAN DIAGNOSA PENYAKIT
1. Menentukan jenis penyakit.
2. Menentukan perkiraan penyebab penyakit.
I. MENENTUKAN TITIK-TITIK YANG DIBEKAM
1. Titik-titik yang sesuai dengan yang dikeluhkan.
2. Titik-titik lain yang satu jurusan dengan titik yang dikeluhkan.
3. Titik-titik penunjang di sekitar keluhan.

 

 

b). Selama Pembekaman

1. Gelas-gelas bekam semprot alkohol kemudian dikeringkan dan dibersihkan dengan tissue.
2. Juru bekam membaca doa kesembuhan, minimal membaca basmallah, begitu juga pasien.
3. Juru bekam memakai masker.
4. Juru bekam memakai sarung tangan.
5. Letakkan alat bekam di daerah yang akan dibekam.
6. Kokang secukupnya 2-3 kali, tidak terlalu kuat atau lemah.
7. Tunggu 5-7 menit.
8. Bukalah penutup gelas bagian atas agar udara dapat masuk, sehingga gelas bekam mudah diambil.
9. Olesi permukaan kulit dengan minyak zaitun.
10. Lakukan bekam seluncur dan bekam tarik untuk relaksasi kulit dan kenyamanan pasien.
11. Ambil Pulpen bekam yang sudah diisi jarum lalu tusukkan ke daerah bekam secukupnya.
12. Ambil gelas dan pemantiknya, arahkan ke tempat semula, lalu kokang secukupnya sambil mengucapkan Basmalah. Kemudian tunggu sampai darah kotor (rusak) keluar 5-7 menit. Gelas mulai kelihatan terisi darah kotor akibat adanya tekanan udara dalam gelas tersebut. Perhatikan betul bagi penderita diabetes agar waktu bekam tidak terlalu lama untuk menghindari terkelupasnya kulit yang dapat menimbulkan luka.
13. Ambil tissue dan letakkan di bawah gelas dengan tangan kanan, lalu perlahan buka penutup udara bagian atas gelas dan segera buka, ditekan lalu arahkan agar darah masuk semua ke dalam gelas bekam. Tahan tissue sampai sisa darah habis dan bersihkan ke seluruh daerah bekam dengan tissue tersebut sampai bersih.
14. Bersihkan gelas bekam yang berisi darah kotor dengan tissue. Semakin parah penyakit seseorang, maka semakin merah kehitaman darah yang ada di gelas. Bersihkan gelas sampai jernih kembali.
15. Setelah selesai, gelas bekam ditaruh di cawan untuk dibersihkan.
16. Tutup luka tusukan dengan mengoleskan minyak zaitun.
17. Dengan pemakaian minyak zaitun, Insya Allah bekas tusukan akan tertutup kembali seperti semula.

 

 

c). Setelah Pembekaman
Ketika pelaksanaan bekam telah selesai, sebaiknya pasien diberikan nasihat yang membangkitkan optimisme untuk membantu mempercepat pemulihan dengan izin Allah dan hal lain yang mendukung, misalnya :
1. Berikan tausiyah dan doa.
2. Sarankan herbal yang harus dikonsumsi untuk sakit yang dirasakan.
3. Sarankan makan berat sekitar 1 jam setelah bekam.
4. Jangan langsung bekerja keras.
5. Istirahat secukupnya, lebih baik lagi tidur.
6. Tidak mandi sebelum 3 jam setelah bekam.
7. Hindari berhubungan suami istri sebelum sehari setelah bekam.

 

 

J. Sterilisasi Alat Bekam
Agar peralatan bekam tetap aman untuk digunakan, perlu adanya upaya sterilisasi sebagaimana berikut:
1. Jarum dan sarung tangan hanya boleh sekali pakai saja. Selesai satu pasien, langsung buang.
2. Pulpen dan pompa bekam dilap dengan minyak zaitun, disemprot alkohol dan dilap kering dengan tissue.
3. Siapkan wadah/ember yang berisi air yang sudah dimasukkan detergent, sabun cuci cair, dan garam.
4. Masukkan mangkuk bekam yang terpakai ke air.
5. Rendam sekitar 30 menit.
6. Buang air rendaman.
7. Masukkan air panas sampai merendam semua mangkuk bekam.
8. Rendam selama sekitar 15 menit.
9. Angkat mangkuk bekam.
10. Semprot dengan alkohol.
11. Lap bersih dengan tissue.
12. Simpan di Cawan.
Selama proses sterilisasi hindara memegang langsung mangkuk bekam, semua proses menggunakan penjepit seperti penjepit gorengan, kecuali saat pengelapan terakhir dengan tissue.

Leave a Reply