SANYO DIGITAL CAMERA

 

Sakit adalah sebuah hal yang tentu saja semua orang ingin bebas darinya. Namun acapkali, walaupun sudah berupaya sebaik mungkin untuk menghindarinya, terkadang masih tetap saja penyakit datang.

Diantara yang menyebabkan gangguan pada tubuh adalah ketidakseimbangan sistem energi tubuh, yang berarti bahwa titik-titik energi dalam tubuh ada yang tersumbat seperti halnya apabila mengalami penyumbatan pembuluh darah. Tentu saja ini akan memberikan efek yang jelek pada tubuh.

Bila dalam penyumbatan pembuluh darah penyebabnya adalah konsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung lemak, maka penyumbatan sistem energi tubuh disebabkan oleh gangguan emosi, seperti halnya marah, benci, kecewa atau dendam. Dan jalan yang pasti untuk mengembalikan sistem energi tubuh adalah dengan melancarkan sistem energi tubuh, yang berarti harus menghilangkan rasa marah, kecewa, dan emosi negatif lainnya keluar dari tubuh.

Selain itu, kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari masalah yang selalu terjadi dalam berbagai aspek pribadi, sosial, belajar dan karier. Disisi lain, keinginan untuk bebas dari keterikatan masalah merupakan usaha berbagai pihak dan pengembangan metode maupun peningkatan pemikiran dan keyakinan. Tujuannya adalah untuk menemukan solusi terbaik dan memberikan berbagai pilihan alternatif dalam hal mengatasi tekanan psikologis, sosiologis, maupun ekologis yang mengganggu kebahagiaan hidup manusia.

Kebahagiaan, ketentraman, dan kesehatan adalah tujuan yang ingin dicapai manusia. Manusia sebagai makhluk spiritual cenderung sebagai makhluk sang maha pencipta. Kebenaran tentang hakikat manusia menurut SEFT tidak lain adalah kajian manusia menurut wahyu ilahi, sumber yang dimaksud adalah firman Allah di dalam salah ayat yang menyebutkan bahwa manusia itu mempunyai potensi jiwa mengenai kebaikan dan keburukan (At-Tiin: 5,Ibrahim: 94).

Potensi kebaikan adalah kemampuan untuk bertindak berpikir secara positif, demikian pula dalam merasakan sesuatu. Manusia bertindak positif baik bagi dirinya maupun kepada orang lain, dalam lingkungan dimana ia tinggal.

Potensi lainnya adalah potensi keburukan, kerusakan atau pikiran maupun keyakinan negatif yang berada di alam bawah sadar. Gejala psikologis ini kerap kali munculnya berupa ungkapan… “Saya tidak bisa mencapai impian saya”, “Saya tidak bicara di depan publik dengan percaya diri”, “Saya menyerah, saya tidak mampu melakukannya”, dan sebagainya.
TUJUAN SEFT

Terapi SEFT ditemukan oleh Ahmad Faiz Zainuddin. Tujuan terapi SEFT adalah untuk membantu mengurangi penderitaan psikis maupun fisik. Acuan yang dapat digunakan untuk melihat tujuan tersebut ada pada moto yang berbunyi “LOGOS” (Loving Good, Blessing to the others, and Self Improvement).
Ada tiga hal yang dapat diungkapkan dari moto tersebut:

Pertama, seorang harus mencintai Allah. Dengan cara ini seseorang akan mengarahkan aktivitasnya untuk hal-hal yang baik dan tidak berlawanan dengan norma-norma yang sudah ditentukan. Ia akan mengutamakan kebaikan dan meninggalkan keburukan.

Kedua, Blessing to the others, ungkapan ini ditujukan agar kita peduli pada orang lain, bila anda memiliki sisi keunggulan tularkan kepada orang lain. Sesungguhkan kelebihan itu semata-mata dari Sang Maha Kuasa, maka wajiblah kita membagi berkah dengan sesama manusia.

Ketiga, Self Improvement, yang memiliki makna perbaiki diri sendiri mengingat adanya kelemahan dan kekurangan pada setiap pribadi. Sebab itu melalui refleksi seseorang akan mawas diri, bertindak hati-hati dan tidak ceroboh dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan seutuhnya SEFT tidak lain membawa manusia dalam kehidupan damai dan sejahtera.

Dalam proses terapi yang berlangsung pembimbing yang biasa disebut SEFT-er memiliki peran sebagai instruktur, sedang pasien berperan sebagai orang yang mengikuti petunjuk yang diberikan. Upaya-upaya yang diciptakan oleh SEFT-er dalam hal membantu orang lain adalah upaya untuk mengentaskan diri dari penderitaan.

SEFT atau biasa disapa dengan “terapi ketuk” merupakan sebuah metode yang menggunakan dasar sistem energi tubuh dalam menghilangkan masalah-masalah fisik maupun emosi secara cepat, merupakan kolaborasi ketukan dua jari pada titik energy, dan spiritualitas berupa doa-ikhlas-dan pasrah. Mengatasi mulai dari rasa takut, cemas, sedih, kecewa, stress, phobia, trauma dan penyakit psikologis lainnya serta masalah fisik seperti: mual, mules, sakit kepala berkepanjangan, epilepsi, stroke, jantung, kanker, dll.

Tidak hanya itu saja, teknik ini insya Allah bisa dimanfaatkan ke dalam bidang yang lain. Ada yang menggunakan SEFT dalam bidang spiritual, emotional, social, intelektual, estetik, fisik dan financial.

SEFT merupakan suatu terapi Psikologi yang pertama kali ditujukan untuk pengurangan sensitifitas terhadap pemicu Phobia atau ketakutan yang amat sangat yang seringkali di luar rasio pada sesuatu.

Kemudian muncul suatu pandangan yang menyatakan bahwa sebetulnya manusia tidak bisa dipisahkan dari segi jasmani dan ruhiyahnya, di mana masing-masing sumber memiliki energi. Sebagai gambaran mudah, bila seseorang sedang marah, yang notabene adalah energi psikologi, orang tersebut akan merasakan gejala fisik misalnya kepala berdenyut-denyut, tensi meningkat, jantung berdebar lebih keras, aliran darah ke wajah semakin banyak atau gejala fisik yang lain.

Jadi, bila tidak ingin merasakan gejala fisik di atas, seseorang harus membebaskan diri dari energi Psikologi yang negatif, dalam hal ini marah. Jadi, pembebasan dari energi negatif adalah sesuatu yang esensial dalam SEFT.

Bagi kita umat Islam, sudah menjadi sesuatu yang “take for grante” bahwa doa berperan sangat penting untuk penyembuhan, bahkan untuk pemecahan segala masalah hidup kita.

Sebelum melakukan Sefting ada baiknya diperhatikan pesan dari pendiri SEFT, Ahmad
Faiz Zainuddin, yang ringkasnya: bahwa semua kesembuhan itu karena izin dan kasih
sayang Allah SWT semata, bukan karena metodenya (SEFT), ataupun SEFTer-nya (yang
menterapi). Oleh karena itu, jika hendak menterapi orang lain ada baiknya, SEFTer memberikan penjelasan atau ikrar di depan pasien yang
kurang lebih: “Demi Allah, yang menyembuhkan anda adalah Allah SWT semata”.

Ikrar itu memberikan dampak ketika sang pasien sembuh dari
penyakitnya, maka tidak membuat sang terapi menjadi sombong dan percaya diri
berlebihan yang justru bertentangan dengan prinsip dari SEFT itu sendiri.

Mekanisme kerja SEFT:
1. SISTEM ENERGI TUBUH.
Tubuh mengandung energy berupa energy listrik. Contoh nyata adalah pada saat seseorang melakukan pemeriksan EKG (Elektro Kardiogram ) yang notabene merupakan system listrik jantung. Contoh lain adalah pada saat seseorang menyentuh setrika panas, secara instant orang tersebut akan merasakan rasa panas menjalar. Hal ini disebabkan rasa sakit dijalarkan secara elektrik ke otak kita.

2. KERUSAKAN SISTEM TUBUH
Pengalaman Psikologis yang buruk (trauma) akan disimpan sebagai kenangan yang buruk pula dan akan mengendap sehingga mempengaruhi energy Psikologis seseorang. Dalam hal ini seseorang bisa terserang stress, phobia atau kejadian yang lain yang juga mempengaruhi kondisi fisik . Misalnya seorang yang phobia air, akan merasakan sakit perut setiap kali dibawa ke kolam renang.

3. COMPLETING THE MISSING ONE
Misalnya, seseorang kehilangan uang. Akan berbeda rasanya apabila seseorang mengikhlaskan uang yang sudah hilang dibandingkan dengan merasa marah atas kehilangan uang tersebut. Sulit? Pasti! Hanya bila ingin terbebas dari emosi negative , and harus berani MENERIMANYA. Dengan menerima setiap permasalahan, akan muncul perasaan pasrah dan menerima yang dalam survey terbukti meningkatkan kekebalan tubuh kita dari penyakit. Dalam hal psikologi, dengan menerima permasalahan seseorang akan melatih alam “kesadaran“ (Supra Conciousness) kita sehingga akan tumbuh sikap “manusia mengendalikan masalah, dan bukan sebaliknya“. SEFT sendiri menyandarkan diri pada 3 hal , yaitu KIP (Khusyuk, Ikhlas, dan Pasrah ) dalam terapinya. Dengan menerima keadaan, seseorang akan menemukan bagian dari diri yang “hilang”.

4. MENGGANTI 100 % SISTEM TUBUH
Langkah selanjutnya adalah dengan mengganti 100% system tubuh baik energy Psikologis maupun fisik. SEFT sendiri berlangsung dengan mengaktifkan kumparan energy yang ada pada tubuh kita dengan KETUKAN RINGAN pada 18 titik tubuh. Dengan asumsi bahwa apabila seseorang membebaskan diri dari energy negative, maka energy akan berjalan lancar dan semua permasalahan Psikologis maupun Fisik kita akan hilang.

Ahmad Faiz Zainuddi (1995) mengembakan SEFT ini tidak hanya digunakan untuk healing (penyembuhan) namun berkembang pada spektrum 3 domain kehidupan yang lain yakni :
1. Succes (bagaimana kita meraih apa yang kita inginkan),
2. happiness (bagaimana kita benar-benar menginginkan mengenai apa yang sudah kita raih), dan
3. everyday greatness (bagaimana kita menjadi pribadi yang mulia dimanapun kita berada setiap hari).
CONTOH SEFT
Ada tiga hal yang dapat dilakukan dengan SEFT, yakni penyembuhan, meningkatkan prestasi, dan kedamaian. Prinsip dalam penyembuhan yakni singkat dan lengkap, melalui set up, tune in, dan tapping. Sebelumnya dilakukan identifikasi penyakit, mencari lokasinya, lalu membuat intensitas sakitnya dari skala 0-10.

“Contohnya, gangguan nyeri punggung menahun. Cari lokasi sakitnya di mana, semisal punggung bagian bawah dan intensitasnya 7. Selanjutnya lakukan set up, tune in, tapping,”.

Dalam kasus sakit punggung, saat set up, gunakan tangan kanan untuk mencari titik nyeri, letaknya di bahu kiri, yang bila ditekan terasa nyeri atau sakit. Sambil digosok-gosok, ucapkan set up word atau doa; “Ya Allah, meskipun punggung kiri bawah sakit, nyeri, saya ikhlas menerimanya, saya pasrah kepada-Mu sepenuhnya atas kesembuhan punggung saya.”

Set up sambil menggosok adalah “curhat” masalah kepada Allah, kemudian menerima rasa sakit dengan ikhlas dan pasrah.

Kemudian, lakukan tune in. Caranya, rasakan sakit di punggung. Sambil dirasa sakitnya, fokuskan pikiran di tempat sakit, lalu lantunkan doa: “Ya Allah, saya ikhlas, saya pasrah.”

Lantunkan doa ini terus-menerus sampai rasa sakitnya sedemikian terasa.

Tahap terakhir adalah tapping. Caranya dengan menekankan dua jari di 18 titik sistem energi tubuh, sambil berdoa: “Ya Allah, saya ikhlas, saya pasrah.”
PRAKTEK SEFT
SEFT dilakukan dalam 3 tahap:
1) Set Up
2) Tune In
3) Typing

Sebelum melaksanakan SEFT, disarankan untuk menyingkirkan hal-hal yang bisa menganggu konsentrasi, termasuk lepas arloji. Selanjutnya pasien minum air putih 1 gelas. Kedua tangan diletakkan di atas paha. Kemudian melakukan relaksasi, dengan cara mengambil posisi yang senyaman mungkin kemudian menarik napas panjang dengan membayangkan bahwa berkah dan rahmat Allah dicucurkan melalui ubun-ubun kita, ditahan beberapa saat di dalam dada dan dilepaskan melalui jari-jemari kita ke pada sekitar kita. Lakukan tiga kali.
1. Tahap Pertama: Set Up

Pada tahap pertama ini, pasien diminta untuk memikirkan dan memahami penyakit yang ingin disembuhkan, sambil menekan di bagian “Sore Spot” (letak Sore Spot adalah di Kanan/Kiri Dada) atau di karate chop yang ada pada bagian telapak tangan atau di bagian tubuh yang sedang terasa sakit. Sambil berdoa:
“Ya Allah… Walaupun aku sakit (disebutkan sakitnya), Aku ikhlas menerimanya…
Dan aku pasrahkan kesembuhannya pada Mu…”
(baca ini berulang kali). Lakukan kalimat set up ini dengan khusyuk dan ikhlas sebagaimana ketika berdoa.

“The Set-Up” bertujuan untuk menetralisir perlawanan psikologis biasanya berupa pikiran negatif spontan atau keyakinan bawah sadar negatif. Selain untuk penyembuhan penyakit bisa juga untuk masalah-masalah lainnya seperti:
– Saya tidak bisa mencapai impian saya.
– Saya tidak dapat bicara di depan publik dengan percaya diri.
– Saya tidak bisa menghindari rasa bersalah yang terus menghantui hidup saya.
– Saya tidak mungkin bisa memenangkan pertandingan ini.
– Saya menyerah, saya tidak mampu melakukannya.
– Saya… Saya… Saya…

Dalam bahasa Islam, the set-up words adalah “doa kepasrahan” kita pada Allah swt. Bahwa apapun masalah dan rasa sakit yang kita alami saat ini, kita ikhlas menerimanya dan kita pasrahkan kesembuhannya pada Allah swt.
2. Tahap Kedua: Tune-In
Tahap kedua adalah proses membawa memasuki alam masa lalu dengan mengingat-ingat segala peristiwa yang pernah terjadi yang menimbulkan gangguan.

Pasien diminta untuk merasa-rasa sakit yang sedang dialami (tune in). Untuk masalah emosi, pasien melakukan “Tune-In” dengan cara memikirkan sesuatu atau peristiwa spesifik tertentu yang dapat membangkitkan emosi negatif yang ingin dihilangkan, semakin
kuat bayangan dan rasanya semakin baik, sambil tarik nafas dan rasakan pada letak sakitnya/masalahnya sambil hati dan mulut kita mengatakan:
“Saya ikhlas, saya ridha… yaa Allah..”

3. Tahap Ketiga: Typing
Tahap ketiga adalah tapping (totok jari) pada 18 titik sambil terus membaca dan berdoa seperti pada tahap kedua. Pasrahkan diri, ikhlaskan diri, dan tawakkal kepada Allah.

Tapping adalah mengetuk ringan dengan dua ujung jari. Jumlah totokan +/- 7 kali, lakukan minimal 2 kali ucapan di tiap titik dari titik pertama yaitu bagian kepala terus ke bagian bawah secara berurutan. Lakukan di bagian kanan dan di bagian kiri. Untuk yang pertama lakukan yang bagian kanan.
Titik-titik Ketukan SEFT:

1. Titik di ubun-ubun.

2. Titik di pangkal alis
3. Titik di samping mata
4. Titik di bawah mata

5. Titik di bawah hidung
6. Titik di bawah mulut
7. Titik di tulang leher

8. Titik di bawah puting susu

9. Titik di bawah ketiak

10. Titik di bagian dalam tangan yang berbatasan dengan telapak tangan.
11. Titik di bagian luar tangan yang berbatasan dengan telapak tangan

12. Titik di ibu jari di samping luar bagian bawah kuku.

13. Titik di jari telunjuk di samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari).

14. Di Titik jari tengah samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari).

15. Di Titik jari manis di samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)

16. Di Titik di jari kelingking di samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)

17. Di Titik di samping telapak tangan

18. Di Titik di bagian antara perpanjangan tulang jari manis dan tulang jari kelingking.

Khusus untuk titik terakhir, sambil men-tapping titik tersebut kita melakukan 9 gerakan untuk merangsang otak. Dalam teknik psikoterapi kontemporer, ini disebut teknik EMDR (Eye Movement Desenstization repatterning). 9 gerakan tersebut adalah:
1. menutup mata
2. membuka mata
3. mata digerakkan dengan kuat ke kanan bawah
4. mata digerakkan dengan kuat ke kiri bawah
5. memutar bola mata searah jarum jam
6. memutar bola mata berlawanan arah jarum jam
7. bergumam selama 3 detik
8. berhitung 1,2,3,4,5…
9. bergumam lagi 3 detik

Selanjutnya adalah Tarik Nafas dalam-dalam melalui hidung, tahan napas sekitar 3 detik, kemudian buang nafas melalui mulut sambil membayangkan bahwa penyakit tersebut ikut keluar bersama keluarnya nafas dan afirmasikan/ucapkan “Alhamdulillah”.

Lakukan proses yang sama untuk yang kiri.